Saturday, September 3, 2011

Puisi : Tanpa Hati


Kadang-kadang, di tengah perjalanan menuju Allah, tiba-tiba jiwa kita seolah-olah terasa kekeringan. Seolah-olah ibadah yang kita lakukan ini tidak memberi nilai kepada hati. Hati terasa gersang,hingga kadang-kadang, mungkin terasa sudah hilang kenikmatan dan keseronokan dalam beribadah.

Maka, sajak ini sebagai satu luahan hati. Hati yang sudah kehilangan ‘tempat’nya. Moga Allah bantu semula dalam ‘pencarian hati’ itu !

Beribadah tanpa hati ? Tidak mungkin sekali...
~ Picture by fiksi.kompasiana.com

 Ku persembahkan kalungan hatiku,
Demi meraih cinta agung yang satu,
Hari ini hatiku di sini bersama-Mu,
Entah esok mungkin alpa dihanyut arus nafsu.
Siapa yang tahu?

Kalbuku ini bukan aku yang punya,
Meski aku berhempas menyemai dan memanjakannya,
Betapa aku tahu ada harganya di sana,
Bila aku tidak lagi mampu menjaganya,
Apakah layak bagiku habuan syurga?

Selalu aku bermonolog sendiri,
Bila  hati kini mula tidak dipunyai,
Diri  tidak lagi tulus menjadi hamba Ilahi,
Ibadah hanya separuh hati,
Lantas aku bertanya pada diri,
Kenapa kegersangan hingga ke tahap ini?
Sedang dulu hebat sekali,
‘Berpesta ibadah’ di pentas Ilahi,

Silih berganti masa naik turun,
Memang itulah fitrah iman,
Tetapi jangan kufur pada masa mundur.
Kelak dirimu padang jarak padang tekukur,
Biar cinta berhenti di titik ketaatan,
Kerna itu sumbu nyalaan di perjuangan.

~ Sajak Tanpa Hati ~
AfdholulRahman CA
:: Penyejuk Jiwa ::
030911
10.45 malam
Rumah Penaga, Pulau Pinang
Hati Yang Kesesatan

2 comments:

:) September 4, 2011 at 12:35:00 AM GMT+8  

indah...

encik afdholul rahman sudah beristeri?

[[ afdholul rahman ca]] September 5, 2011 at 11:51:00 AM GMT+8  

alhamdulillah...

Soalan itu, jawapannya sudah dan akan.

kalau mahu tahu lebih detail tentang yang itu, perlu tanya one by one.

^_^

Slide Kehidupan

Palestina | Tanah AirKu

  © Blogger template 'Perfection' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP